Sabtu, 18 Agustus 2018

Larangan Menyakiti Orang Lain

Larangan menyakiti orang lain. Benarkah menurut Islam menyakiti orang lain itu dilarang ?Bagaimana hukumnya menyakiti orang lain ? entah menyakiti secara fisik seperti bagian tubuhnya atau menyakiti secara batin seperti menyakiti hatinya ?
Secara manusiawi saja tentu menyakiti orang lain tidak dapat ditolerir ? apalagi menurut perundangan-undangan yang berlaku, apalagi menurut hukum Islam. Sangat jelas bahwa menyakiti orang lain sangat dilarang dalam Islam. Makanya, disini kita akan membahas secara detail bagaimana larangan menyakiti orang lain menurut Islam.
Dalam Surat Al-Ahzab ayat 58 disebutkan :

 وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Al-Ahzab : 58)
larangan menyakiti orang lain
Menurut ayat tersebut, bahwa menyakiti orang lain baik laki-laki atau perempuan tanpa kesalahan, adalah tergolong orang yang melakukan dosa yang nyata.
Dalam tafsirnya, mengenai Surat Al-Ahzab ayat 58, Quraish Shihab, menyebutkan sebagai berikut,”Dan orang-orang yang menyakiti laki-laki atau wanita beriman yang tidak bersalah, melalui ungkapan kata atau perbuatan, mereka akan menanggung dosa lantaran kebohongan itu dan mereka sesungguhnya telah melakukan perbuatan dosa yang teramat buruk.”
Sedangkan Tafsir al-jalaalain menyebutkan,”Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat (tanpa kesalahan yang mereka perbuat) yaitu menuduh mereka mengerjakan hal-hal yang tidak mereka lakukan (maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan) melancarkan tuduhan bohong (dan dosa yang nyata) yakni perbuatan yang nyata dosanya.” 
Di dalam kitab Raudlah al-Waa’idhiin, juz 2 hal. 293, disebutkan sebuah hadis dari Rasulullah SAW :قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) : مَنْ آذَى مُؤْمِنًا فَقَدْ آذَانِيْ، وَمَنْ آذَانِيْ فَقَدْ آذَى اللهَ عَزَّوَجَلَّ، وَمَنْ آذَى اللهَ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ
Rasulullah SAW bersabda,”siapa yang menyakiti seorang mukmin, maka sungguh telah menyakiti aku, dan siapa yang menyakiti aku maka sungguh telah menyakiti Allah ‘azza wa jalla, dan siapa yang menyakiti Allah, maka dia terlaknat baik menurut kitab Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan (al-Quran).” 
Kalau kita cermati hadis tersebut, justru lebih berat lagi keadaan orang yang menyakiti orang lain tanpa kesalahan yang diperbuatnya, sama seperti dia menyakiti Nabi SAW dan menyakiti Allah SWT. Dan orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya dirinya menjadi manusia terlaknat, baik dalam kehidupan dunia maupun di akhirat, dan kelak dia mendapat siksa yang hina. sebagaimana tertera dalam banyak kitab-kitab samawi, termasuk al-quran. Mari kita lihat bukti dari al-quran, dalam Surat Al-Ahzab ayat 57 disebutkan :
إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا
"Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan."
Begitu perhatiannya Islam dalam hal larangan menyakiti orang lain. Bahkan di dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang menyakiti orang lain, meski dengan ucapan kecil atau ucapan remeh tetapi menyakiti orang tersebut, di akhirat nanti dijauhkan dari rahmat Allah, dan menanggung dosa yang berat bagaikan doa menghancurkan rumah Allah yang suci, dan dosanya sama seperti membunuh 10.000 malaikat.
Di dalam kitab Irsyaad al-Quluub, juz 1 hal. 119, disebutkan sebuah hadis Nabi SAW yang berbunyi sebagai berikut :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) : مَنْ آذَى مُؤْمِنًا وَلَوْ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ آيِسًا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ، وَكَانَ كَمَنْ هَدَمَ الْكَعْبَةَ وَالْبَيْتَ الْمُقَدَّسَ، وَقَتَلَ عَشَرَةَ آلَافٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ 
“Rasulullah SAW bersabda,”siapa yang menyakiti seorang mukmin, meskipun dengan ucapan setengah kata, dia akan datang pada hari kiamat tercatat diantara kedua matanya dalam keadaan menjadi orang yang berputus asa dari rahmat Allah, dan keadaannya seperti orang yang merobohkan ka’bah dan baitul maqdis, dan seperti membunuh sepuluh ribu malaikat.” 
Bahkan disebutkan dalam sebuah hadis qudsi, yang diceritakan oleh Imam Ja’far Shadiq, bahwa Allah SWT benar-benar mengizinkan untuk memerangi orang yang menyakiti kaum mukmin lainnya.
قَالَ اللّهُ عَزَّوَجَلَّ : لَيَاْذَنَ بِحَرْبٍ مِنِّيْ مَنْ آذَى عَبْدِي الْمُؤْمِنِ.
Allah SWT berfirman (hadis qudsi) : Sungguh benar-benar mendapatkan izin perang dari-Ku, siapa yang menyakiti hamba-Ku yang mukmin.”
Oleh karena itu, dengan adanya pengetahuan tentang ancaman bagi orang yang menyakiti orang lain, yang kita baca dari ayat-ayat suci maupun hadis-hadis Nabi SAW, hendaklah membuat kita berhati-hati dalam berkata dan berbuat ketika kita bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Jangan sampai lidah atau perbuatan kita menyakiti dirinya, yang menyebabkan kita terjerumus ke dalam dosa yang berat.
Sebab, menurut Islam, jangankan menyakiti orang lain, membuat sedih orang muslim lainnya saja dilarang di dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Sayyidina Ali KW :
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang muslim untuk  membuat sedih orang muslim lainnya.”
Bagaimana Cara Menahan Diri Dari Menyakiti Orang Lain
Setelah kita mengetahui secara keilmuan, bahwa menyakiti orang lain adalah perbuatan yang dilarang Islam, maka kita harus berusaha menjaga diri kita agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan tersebut. Banyak cara yang dapat kita lakukan, diantaranya :
(1). Berfikir dulu sebelum berbuat. Gunakan akal sehat kita, dan takarlah dengan diri sendiri. Apakah jika kita disakiti entah secara fisik maupun disakiti hatinya, apakah kita sendiri merasa sakit ? kalau jawaban iya, berarti kita harus menyadarinya, kita saja jika disakiti kita merasakan sakit, maka orang lain pun jika kita sakiti pasti merasakan hal yang sama. Sehingga dengan menyadari akan hal ini, maka kita akan berfikir dua kali, jika kita akan berbuat menyakiti orang lain.

Baca juga : pengertian Islam menurut bahasa dan istilah
(2). Kita harus menyadari bahwa segala apa yang kita perbuat akan mendapat balasan dari Allah SWT, entah balasan di dunia, dan sudah pasti balasan di akhirat. Sehingga kita akan berusaha, menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama. Termasuk perbuatan menyakiti orang lain.

Baca juga : jihad besar melawan hawa nafsu
(3). Kita harus sungguh-sungguh dengan sekuat tenaga, untuk melawan hawa nafsu jika muncul dorongan nafsu kita yang berupaya untuk menyakiti orang lain. Disinilah kita harus melakukan jihad besar. Jihad melawan hawa nafsu, agar tidak menyakiti orang lain. Karena dengan kita menahan diri dari menyakiti orang lain, selain akan terhindar dari dosa, maka menurut Nabi SAW, hal itupun termasuk perbuatan sedekah terhadap diri sendiri. Seperti disebutkan dalam sebuah riwayat :
قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ (ص ) : كُفَّ اَذَاكَ عَنِ النَّاسِ, فَاِنَّهُ صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بِهَا عَلى نَفْسِكَ.
“Rasulullah Saw bersabda:”tahanlah perbuatanmu yang menyakiti orang lain, karena hal itu merupakan sedekah yang dengannya engkau bersedekah atas dirimu.” 
Baca juga : Belajar menjadi orang dermawan
Demikianlah, pemaparan mengenai larangan menyakiti orang lain, kita berlindung kepada Allah SWT semoga kita terhindar dari perkataan maupun perbuatan yang dapat menyakiti orang lain. Dan kita berusaha membiasakan diri sendiri, agar dalam kehidupan sehari-hari saat bergaul dan berinteraksi dengan orang lain, kita menjaga perkataan dan perbuatan jangan sampai menyakiti orang lain. Sehingga kita tidak terjerumus ke dalam dosa yang berat.

=========
(*) Disampaikan oleh Mubarok Abie Fadhli, S.Ag pada Pengajian Bulanan Masjid At-Tarbawy - Pesantren Az-Zahra Kel. Srengseng – Kec. Kembangan Jakarta Barat, pada Hari Sabtu,  26 Februari 2011 Ba’da Maghrib s/d Isya’.

Salam....Saya suka menulis tentang kajian Islam dan Pendidikan. Kadang-kadang isi postingan dalam blog ini adalah kumpulan materi kuliah agama Islam, kumpulan ceramah-ceramah, khutbah jum'at dan pengajian-pengajian. Selain juga artikel postingan tersendiri. ....Wassalam

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon